Pajak Sembako Memberatkan Rakyat, Akademisi Menolak

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:24 WIB
Pajak Pertambahan Naik (PPN)/Ilustrasi Istimewa
Pajak Pertambahan Naik (PPN)/Ilustrasi Istimewa

''Selain menjadi kebutuhan dasar agar tetap bisa hidup meski dalam kondisi terbatas, pemberlakuan pajak pada situasi pandemi sungguh makin menyengsarakan rakyat . Kita hidup dari sembako dan kalau dipajaki  rasanya kurang pas,'' imbuh Catur.

Selain menolak PPN sembako, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) tersebut juga meminta pemerintah terbuka dan transparan menyampaikan kondisi APBN sekarang ini hingga bisa muncul ide untuk menarik pajak pada barang sembako.

Baca Juga: Bantul Siap Pembelajaran Tatap Muka, Kepala Dinkes Minta Seluruh Guru Sudah Divaksin

Menurutnya, rencana kebijakan menarik pajak dari sembako mengindikasikan bahwa APBN genting dan perlu diselamatkan.

Kondisi itu perlu disampaikan secara terbuka. Pajak memang sebagai bentuk sumbangsih warga untuk negara, pemerintah perlu mencari alternatif sumber pendapatan lain dan melakukan penghematan secara besar-besaran serta memperkuat pengawasan.

''Keterbukaan, pengawasan, pemerintahan yang bersih harus ditingkatkan agar tidak banyak uang negara yang dikorupsi,'' tegasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X