OJK Minta Masyarakat Waspada dengan Pinjaman Online

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:36 WIB
pinjaman online. (pikiran rakyat) (Jati Prihatnomo)
pinjaman online. (pikiran rakyat) (Jati Prihatnomo)

SOLO, suaramerdeka.com - Saat ini sejumlah masyarakat terpaksa menggunakan cara cepat yang dinilai mampu menyelesaikan masalah ekonomi.

Seperti menggunakan jasa pinjaman berbasis online.

Meski begitu, kemudahan tersebut tak menjamin masyarakat dapat terhindar dari berbagai aksi penipuan berkedok pinjaman online.

Baca Juga: Tumbuh Menggembirakan, Investor Pasar Modal Didominasi Kalangan Muda

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai aplikasi dan situs pinjaman berbasis online.

Terlebih menyusul maraknya kasus penipuan aktivitas utang piutang ilegal.

OJK sejauh ini telah menutup sebanyak 3.193 aplikasi dan situs pinjaman berbasis online atau daring ilegal.

Baca Juga: Kebijakan PPN Sembako Perlu Ditinjau Ulang, DPR: Optimalkan Penerimaan Negara

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK sekaligus Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi, Tongam L Tobing di Solo, Jumat, 11 Juni 2021.

“Saat ini banyak pelanggaran pinjaman 'online' ilegal sehingga satgas waspada investasi melakukan dua hal preventif yaitu mengedukasi masyarakat agar waspada pada pinjaman 'online' ilegal dan melakukan tindakan represif, yakni kami blokir aplikasinya kemudian laporkan ke polisi serta kami umumkan ke masyarakat,” kata Tongam.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB

Kinerja PT KIW Tetap Positif di Masa Pandemi

Jumat, 17 September 2021 | 20:07 WIB

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB
X