Pasokan Ketat, Harga Minyak Naik Capai Tertinggi 2 Bulan

- Kamis, 13 Januari 2022 | 10:48 WIB
Harga minyak naik seiring pasokan yang ketat.(Terry McGraw from Pixabay)
Harga minyak naik seiring pasokan yang ketat.(Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Ketatnya pasokan membuat harga minyak naik mencapai tertinggi dua bulan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Di sisi lain, persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen utama dunia, turun ke level terendah sejak 2018, serta dolar melemah dan kekhawatiran varian virus corona Omicron mereda.

Untuk pengiriman Februari, minyak mentah West Texas Intermediate bertambah 1,42 dolar AS atau 1,7 persen, menjadi menetap di 82,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Untuk pengiriman Maret, minyak mentah Brent naik 95 sen atau 1,1 persen, menjadi ditutup pada 84,67 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Sinopsis dan Link Layangan Putus Episode 9A-9B: Kinan dan Raya Kecewa pada Aris

Badan Informasi Energi (EIA) menyebutkan, pada pekan lalu, persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel menjadi 413,3 juta barel, terendah sejak Oktober 2018.

"Penarikan minyak mentah lebih besar dari yang diperkirakan meskipun ada penurunan material dalam aktivitas penyulingan," kata Matt Smith, analis minyak utama untuk Amerika di Kpler, sebuah perusahaan data, dikutip dari Reuters.

Penurunan dolar adalah pendorong utama dari harga minyak yang lebih tinggi, bahkan melampaui dampak penarikan EIA, kata Smith dari Kpler. Greenback yang lebih lemah membuat kontrak minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kontrak Brent mengalami kemunduran, dengan pengiriman bulan depan sekitar 4,41 lebih mahal daripada pengiriman dalam enam bulan, menunjukkan pasokan jangka pendek yang ketat.

Baca Juga: Profil Shenina Cinnamon, Pemeran Sur di Film Penyalin Cahaya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X