Kenaikan Inflasi Terbesar AS Dongkrak Harga Emas Berjangka

- Kamis, 13 Januari 2022 | 08:48 WIB
Emas menguat ditopang data inflasi AS. (pixabay)
Emas menguat ditopang data inflasi AS. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Usai data menunjukkan inflasi AS berada dalam ekspektasi membuat emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Selain menguatkan emas, inflasi juga melemahkan dolar dan mendorong pembelian dari investor yang tampaknya telah memperkirakan kemungkinan lintasan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Untuk pengiriman Februari, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 8,8 dolar AS atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 1.827,30 dolar AS per ounce, memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.

Bagi investor luar negeri, emas lebih menarik karena dolar jatuh ke level terendah dua bulan setelah data menunjukkan inflasi AS mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam hampir empat dekade.

Baca Juga: 16 Weton Ini Akan Cocok Bersanding dengan Kamis Wage, Apa Saja?

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS juga tergelincir.

Analis Standard Chartered, Suki Cooper mengatakan harga emas telah bertahan 'sangat baik' bahkan ketika pasar terus mencari kenaikan suku bunga Fed pertama pada Maret.

"Secara historis, emas cenderung memperkirakan kenaikan suku bunga lebih awal. Aksi harga menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan hambatan kenaikan suku bunga dan ruang lingkup untuk penguatan dolar jangka pendek," kata dia

Sementara, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak, kenaikan suku bunga yang dihasilkan diterjemahkan ke dalam meningkatnya peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Rahasia Weton Kamis Wage Berdasarkan Primbon Jawa, yang Jatuh pada 13 Januari 2022

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X