Industri Perdagangan Berjangka Komoditi Mengalami Pertumbuhan Pesat, Ini Datanya

- Selasa, 11 Januari 2022 | 23:30 WIB
Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Semarang, Mia Amalia. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Semarang, Mia Amalia. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) mengalami pertumbuhan yang pesat dari waktu ke waktu.

Selain itu, minat masyarakat untuk mengenal beragam produk derivatif komoditi semakin tinggi seiring dengan edukasi yang luas dan berkembangnya tren dari beragam produk investasi berjangka saat ini.

Hal itu dibuktikan dengan data bahwa pada tahun 2021 PT Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange (JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berhasil menorehkan pencapaian Volume Transaksi sebesar 9.566.181 lot, melebihi atas pencapaian tahun 2020 dengan pertumbuhan sebesar 1,41 persen yang mencapai 9.433.343 lot.

Baca Juga: Awal 2022, Pemerintah Lakukan Front Loading Beberapa Program PEN

Tantangan ini membuka peluang lapangan kerja yang menjanjikan sebagai tenaga Wakil Pialang Berjangka (WPB) di Indonesia.

Kekurangan tenaga WPB di perusahaan pialang berjangka terlihat dari sepinya minat generasi muda terhadap profesi ini.

Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Semarang, Mia Amalia menjelaskan, bahwa jumlah WPB yang ideal di satu perusahaan pialang adalah 200 orang per tahun.

Baca Juga: 2021, Realisasi Pendapatan Pajak dan Retribusi Kabupaten Semarang Melebihi Target

"Namun yang terserap baru sekitar 25 persen nya," ungkapnya.

Padahal market share bisnis di Perdagangan Berjangka Komoditi masih kecil sekali, dari total sekitar 70 perusahaan pialang berjangka yang terdaftar di Bappebti baru menguasai ceruk pasar 5 persen dari total potensi yang ada.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X