Harga Minyak Merosot, Tertekan Kekhawatiran Permintaan Usai Kenaikan Omicron

- Selasa, 11 Januari 2022 | 09:24 WIB
Harga minyak menurun dipicu kekhawatiran permintaan.(Terry McGraw from Pixabay)
Harga minyak menurun dipicu kekhawatiran permintaan.(Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Lantaran tertekan kekhawatiran tentang permintaan, harga minyak mentah merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Kekhawatiran permintaan minyak dipicu kenaikan global yang cepat dalam infeksi virus Covid-19 Omicron serta kenaikan pasokan minyak dari Libya.

Untuk pengiriman Maret, minyak mentah berjangka Brentmelemah 88 sen atau 1,1 persen, menjadi menetap di 80,87 dolar AS per barel.

Kemudian, untuk pengiriman Februari, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menurun 67 sen atau 0,9 persen, menjadi berakhir di 78,23 dolar AS per barel.

Baca Juga: Emas Berjangka Sedikit Menguat, Terkoreksi Dolar dan Imbas Hasil Obligasi

Pada awal perdagangan, kedua kontrak naik sekitar 50 sen.

"Harga minyak mengikuti pasar saham yang lebih rendah di tengah kekhawatiran Omicron," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures di Chicago.

Pasar juga mundur dari keuntungan awal sesi perdagangan karena Libya mengatakan hasil produksi minyaknya meningkat.

Pasar saham global tersandung lagi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi dua tahun ketika investor memangkas aset-aset berisiko karena spekulasi Federal Reserve AS dapat menaikkan suku bunga segera setelah Maret.

Baca Juga: Diincar RANS Cilegon FC, Ini Harga Pasar dan Besaran Gaji Mesut Oezil

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X