Siapkan Operasi Pasar, RK: Skincare Naik Tak Masalah, Tapi Gorengan Bikin Riweuh

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 15:45 WIB
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil secara daring usai Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabar, Jumat (3/9). (sm/dok)
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil secara daring usai Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabar, Jumat (3/9). (sm/dok)

SUKABUMI, suaramerdeka.com - Pemprov Jabar menyiapkan operasi pasar minyak goreng yang harganya meroket di sebagian wilayahnya mulai pekan mendatang.

Menurut Gubernur Ridwan Kamil, langkah tersebut diharapkan bisa menekan dampak yang dirasakan masyarakat termasuk di level pedagang.

"Harga minyak goreng segera turun. Karena tak masalah harga skincare istri naik, tapi harga gorengan naik, ini yang riweuh (repot)," katanya di sela-sela peresmian Pasar Juara Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu, 8 Januari 2022.

Soal harga gorengan yang merangkak naik akibat harga minyak goreng itu sebelumnya sempat diposting RK dalam akun sosmednya.

Baca Juga: 8 Orang Rombongan Keluarga Ashanty Positif Covid-19, Kemenkes Ungkap Daftarnya

Operasi pasar minyak goreng itu sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Kadisperindag Jabar, Arifin Soedjayana menambahkan kendati mulai digelar pekan depan, operasi pasar minyak goreng itu langsung digelar di Pasar Lembursitu. Jumlah minyak goreng yang digelontorkan 2.400 liter.

Pihaknya pun tak menampik bahwa harga di pasaran memang bergejolak karena perliter bisa tembus hingga Rp 19 ribu sehingga operasi pasar mesti dilakukan.

"Harga minyak goreng operasi pasar Rp 14 ribu perliter. Itu akan dilakukan di 12 kabupaten dan kota mulai pekan depan. Kuota untuk Jabar 90 ribu liter," jelasnya.

Baca Juga: Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki, Begini Kronologinya

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa itu Optimalisasi Rute dalam Logistik?

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:36 WIB
X