Memperpanjang Reli, Harga Minyak Naik 2 Persen di Akhir Perdagangan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 09:48 WIB
Harga minyak menguat dan memperpanjang reli.(Terry McGraw from Pixabay)
Harga minyak menguat dan memperpanjang reli.(Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Harga minyak memperpanjang reli tahun baru, usai naik sekitar dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Reli harga minyak berlanjut di tengah meningkatnya kerusuhan di produsen minyak OPEC+ Kazakhstan dan pemadaman pasokan di Libya dan setelah laporan menunjukkan peningkatan produksi terbatas di produsen utama dunia.

Untuk pengiriman Februari, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertambah 1,61 dolar AS atau hampir 2,1 persen, menjadi menetap di 79,46 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Tuntaskan Kasus, UMY Pecat Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Untuk pengiriman Maret, minyak mentah Brent mengalami kenaikan 1,19 dolar atau 1,5 persen, menjadi ditutup di 81,99 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Survei Bloomberg menunjukkan, pergerakan harga minyak terjadi setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambahkan hanya 90.000 barel per hari pada Desember, karena peningkatan produksi oleh Arab Saudi diimbangi pengurangan produksi di Libya dan Nigeria.

OPEC dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, sedang melepas rekor pengurangan produksi yang diberlakukan pada tahun 2020, karena permintaan dan harga pulih dari kemerosotan yang disebabkan pandemi.

Baca Juga: 7 Januari 2022 Jatuh pada Jumat Pon, Ini Rahasia Weton Menurut Primbon Jawa

Aliansi minyak mengatakan pada Selasa 4 Januari, setelah pertemuan melalui konferensi video bahwa mereka akan tetap pada rencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari pada Februari.

Investor juga semakin khawatir atas kerusuhan di Kazakhstan, negara non-OPEC yang berpartisipasi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X