Emas Berjangka Merosot Tajam Menyusul Isyarat Kenaikan Suku Bunga

- Jumat, 7 Januari 2022 | 08:48 WIB
Harga emas berjangka turun tajam.(pixabay)
Harga emas berjangka turun tajam.(pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Kemerosotan harga yang tajam ditunjukkan emas berjangka sehingga menjadi berada di bawah level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Merosotnya harga emas menyusulh risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan dan memicu reli imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Untuk pengiriman Februari, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, anjlok 35,9 dolar AS atau 1,97 persen menjadi ditutup pada 1.789,20 dolar AS per ounce.

Selain itu, emas juga merosot 1,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.788,25 dolar AS per ounce pada pukul 18.47 GMT di Pasar Spot.

Baca Juga: Tahun 2021, Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jateng I Capai Rp 28,42 Triliun

Sehari sebelumnya, Rabu 5 Januari 2022, emas berjangka terangkat 10,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.825,10 dolar AS, setelah menguat 14,5 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.814,60 dolar AS pada Selasa 4 Januari 2022.

"Titik fokus utama adalah jumlah kenaikan suku bunga dan seberapa agresif Fed akan melakukannya, yang telah menempatkan emas dalam posisi rentan," kata Ed Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Moya menambahkan, jika pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah jauh lebih tinggi dalam jangka pendek, itu akan sangat mengganggu perdagangan emas.

Baca Juga: 7 Januari 2022 Jatuh pada Jumat Pon, Ini Rahasia Weton Menurut Primbon Jawa

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 98 sen atau 4,23 persen, menjadi ditutup pada 22,19 dolar AS per ounce.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X