Usai Revitalisasi, Malioboro Akan Bebas PKL

Zainal Arifin
- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 21:20 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Usai revitalisasi Malioboro harus bebas pedagang kaki lima (PKL). Artinya, ke depan kawasan Malioboro sudah tidak boleh lagi ada pedagang kaki lima yang jualan di jalan jantung kota tersebut. Sebagai gantinya mereka nantinya akan ditempatkan disalah satu titik, setelah melalui seleksi.

Berkaitan dengan itu, maka revitalisasi yang dikejakan sejak tahun 2014 tersebut direncanakan selesai tahun 2019. Dengan demikian, ke depan kawasan Malioboro sebagai jalan jantung Kota Yogyakarta bebas dari pedagang kaki lima.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekertaris Daerah DIY, Gatot Saptadi, pada wartawan soal revitalisasi Malioboro di Yogyakarta, Selasa (18/7). Gatoto menjelaskan, bahwa pengosongan Malioboro dari PKL bertujuan untuk mengembalikan ruh kawasan ini sebagai ruang publik yang aman dan nyaman. “Rencananya usai pengerjaan revitalisasi sisi barat Malioboro yang ditargetkan selesai akhir 2018. Kami berencana mengosongkan sepanjang Maliboro dari PKL. Kami akan menempatkan mereka di satu titik yang berlokasi di bekas bioskop Indra atau disebelah barat Pasar Beringharjo,” ujar Gatot menjelaskan.

Dengan jumlah PKL yang lebih dari 300, Pemeritah Daerah (Pemda) saat ini belum menemukan formulasi khusus melakukan seleksi pedagang yang berhak menempati tempat baru. Untuk itu, Pemda DIY akan segera bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk penyeleksiannya.

Gatot menjelaskan, seleksi yang diterapkan akan berpedoman pada unit usaha yang bersifat ‘kering’ atau tidak meninggalkan kotoran. “Kami belum tahu, tapi yang jelas soal penyeleksiannya kami akan bekerjasama dengan Pemkot Yogyakarta,” katanya lagi.

Revitalisasi yang dilaksanakan sejak 2014 tersebut, dengan total anggaran yang digelontorkan dari Dana Keistimewaan Rp 125 miliar, saat ini revitalisasi memasuki tahap II dengan pembangunan pendestrian di sisi selatan Maliboro. “Selain pendestrian, revitalisasi ini juga akan menyediakan sarana parkir utama kendaraan di tiga titik, toilet bawah internasional berskala internasional, serta terowongan penyebrangan,” ujar Gatot menjelaskan.

Jika revitalisasi ini rampung, katanya lagi, tidak hanya PKL, andong dan becak akan ditempatkan dalam satu titik pula. Sebab, kata dia, tujuan revitalisasi ini untuk menghidupkan kembali ruh kawasan yang dulu penuh kenyamanan dan menjadi daya dukung keberadaan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).

Editor: Zainal Arifin

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB

4 Smartphone Realme Diperkenalkan di Yogyakarta

Rabu, 10 November 2021 | 17:43 WIB
X