Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

- Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Adhi Wiriana. Suaramerdeka.com /tangkapan layar youtube BPS Jateng
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Adhi Wiriana. Suaramerdeka.com /tangkapan layar youtube BPS Jateng

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat di akhir tahun 2021 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Adhi Wiriana mengatakan tingkat inflasi tahun kalender Desember 2021 sebesar 1,70 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 1,70 persen.

"Penyebab utama inflasi di Jawa Tengah Desember 2021 adalah kenaikan harga cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah, daging ayam ras, dan minyak goreng," katanya saat pers rilis virtual, Senin, 3 Januari 2022.

Baca Juga: Migrasi TV Digital: Mau Tonton Siarannya? Ikuti 3 Cara Berikut

Lebih lanjut Adhi menjelaskan cabai rawit menyumbang sebesar 0,09 persen, telur ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar 0,08 persen, daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,05 persen.

Sedangkan penahan utama inflasi di Jawa Tengah adalah penurunan harga pepaya, biaya administrasi transfer uang, emas perhiasan, salak, dan nangka muda.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,82 persen dengan IHK sebesar 106,21 diikuti oleh Kota Purwokerto sebesar 0,74 persen dengan IHK sebesar 107,15, Kota Surakarta sebesar 0,71 persen dengan IHK sebesar 107,31, Kota Tegal sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 107,89, Kota Semarang sebesar 0,60 persen dengan IHK sebesar 107,49 dan inflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,50 persen dengan IHK sebesar 106,32.

Baca Juga: Son Heung-min Kembali Jadi Pemain Terbaik Asia untuk Kelima Kali

Inflasi di Kota Semarang utamanya disebabkan naiknya harga cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan daging ayam ras.

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X