Transisi Penghapusan Premium Cukup 6 Bulan, Masyarakat Mulai Sadar Dampak Lingkungan

- Selasa, 4 Januari 2022 | 07:45 WIB
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. Transisi penghapusan Premium diwacanakan cukup 6 bulan. (suaramerdeka.com / dok. Pertamina
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. Transisi penghapusan Premium diwacanakan cukup 6 bulan. (suaramerdeka.com / dok. Pertamina

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite muncul beberapa waktu ini.

Dengan penghapusan Premium dan Pertalite, pemerintah ingin masyarakat mengonsumsi BBM yang ramah lingkungan yakni Pertamax.

Kepala Pusat Studi Energi UGM, Prof Deendarlianto menanggapi wacana penghapusan Premium dan Pertalite tersebut.

Ia menyambut baik karena dampak terhadap lingkungan menjadi salah satu pertimbangan yang penting untuk mendorong konsumsi BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Jatuh pada 4 Januari, Ini Rahasia Weton Selasa Kliwon Berdasarkan Primbon Jawa

Rencana kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi emisi, termasuk pada sektor transportasi.

''Kalau mengacu pada perencanaan energi nasional ke depan, rencana pemerintah untuk mulai menghilangkan secara perlahan-lahan Premium dan Pertalite cukup baik. Ini perlu disosialisasikan dan didukung,'' tandas Deendarlianto.

Ia menjelaskan berdasarkan berbagai sumber, pemerintah bakal mengeluarkan kebijakan penghapusan BBM jenis Premium di tahun 2022, dan mulai mendorong peralihan menuju konsumsi bahan bakar jenis Pertamax yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya proses transisi menuju konsumsi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan telah dimulai sejak peluncuran pertalite pada tahun 2015 silam.

Baca Juga: Kebakaran RSUP dr Kariadi: Polisi Bentuk Tim Khusus, Manajemen Akan Diperiksa

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X