Stabilkan Harga Minyak Goreng, Disperindag Gelar OP di 24 Kabupaten dan Kota

- Jumat, 31 Desember 2021 | 21:39 WIB
Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo didampingi Wali Kota Pekalongan  Afzan Arslan Djunaid dan Kabid PDN Moch. Santoso meninjau langsung pelaksanaan op minyak goreng di Pasar Pasar Grogolan,  Kota Pekalongan, Jumat (31/12). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo didampingi Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid dan Kabid PDN Moch. Santoso meninjau langsung pelaksanaan op minyak goreng di Pasar Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, Jumat (31/12). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menggelar Operasi Pasar (OP) minyak goreng di 24 kota/kabupaten.

Untuk memperlancar OP, Disperindag Jateng bekerja sama dengan Disdag
pemkab/kota.

Hal ini karena harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional di Jawa Tengah mengalami kenaikan, harga perliternya Rp 19 ribu.  Oleh karena itu untuk menstabilkan harga kembali, Disperindag Jateng menggelar OP di 24 kabupaten dan kota.

Baca Juga: 4 Tips Simpel Investasi Emas Tanpa Modal Besar dan Optimalkan Keuntungan

Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo mengatakan, Jawa Tengah mendapatkan kuota minyak goreng
sebanyak 70 ribu liter.

Untuk didistribusikan melalui OP di 24 kabupaten/kota se- Jawa Tengah.

''Pelaksanaan sudah mulai Kamis dan Jumat ini, di 24 kabupaten/kota se- Jawa Tengah. Kemudian setelah Tahun Baru
akan kami dilanjutkan kembali. Pelaksanaan operasi pasar merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka menahan
kenaikan harga minyak goreng oleh sebab itu, ini semua kabupaten diharapkan melakukan operasi pasar,''papar Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo saat meninjau langsung pelaksanaan OP minyak goreng di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, Jumat, 31 Desember 2021.

Baca Juga: Listrik PLN Dongkrak Hasil Panen Petani Sampingan, Satpam Pun Bercocok Tanam

Arif lebih lanjut menambahkan, untuk tiap kabupaten atau kota jumlah kuota minyak goreng untuk operasi pasar berbeda-beda, tergantung pengajuan.

Prosesnya diawali dari masukan dari kabupaten, kemudian diproporsikan sesuai
dengan permintaan, sehingga ditiap kabupaten jumlahnya  tidak sama.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hotel Ciputra Semarang Salurkan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 24 September 2022 | 20:31 WIB

Healing Time di Novotel Semarang Aja

Sabtu, 24 September 2022 | 15:21 WIB

Animo Masyarakat Tetap Tinggi Miliki Rumah Subsidi

Selasa, 20 September 2022 | 22:36 WIB
X