Harga Minyak Sedikit Naik di Tengah Permintaan Bahan Bakar Akan Bertahan

- Jumat, 31 Desember 2021 | 09:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kenaikan ditunjukkan harga minyak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Sedikit penguatan harga minyak ini di tengah ekspektasi bahwa permintaan bahan bakar akan bertahan meskipun infeksi virus corona Omicron melonjak dan OPEC akan terus meningkatkan produksi hanya secara bertahap.

Untuk pengiriman Februari, harga minyak mentah berjangka Brent menetap di 79,32 dolar AS per barel, naik 9 sen atau 0,11 persen.

Dalam sesi yang sama, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) bertambah 43 sen atau 0,56 persen, menjadi ditutup di 76,99 dolar AS per barel, kenaikan sesi ketujuh berturut-turut.

Baca Juga: Tekan Dampak Omicron, Pengendalian Kedatangan Luar Negeri Bisa Jadi Pertimbangan

Keuntungan mereda karena importir utama dunia China memotong batch pertama alokasi impor minyak mentah untuk 2022.

"Kami memiliki jumlah permintaan yang sangat kuat hingga Desember, jadi sekarang pertanyaannya adalah apa yang akan dilakukan OPEC," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

Kilduff memperkirakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan terus menambah produksi secara bertahap.

Selaku importir minyak mentah utama dunia, China menurunkan batch pertama kuota impor 2022 ke sebagian besar penyulingan independen sebesar 11 persen.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis pada Akhir Transaksi Sekaligus Hentikan Kerugian

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X