Dolar Berakhir Sedikit Melemah Usai Investor Abaikan Lonjakan Omicron

- Kamis, 30 Desember 2021 | 09:48 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, smerdeka.com - Usai investor mengabaikan lonjakan kasus Omicron, mata uang dolar berakhir sedikit melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dalam perdagangan pada liburan yang tipis, Rabu (Kamis pagi WIB).

Setelah berbalik negatif di sekitar awal sesi Amerika Utara, indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang global lainnya, turun 0,206 persen pada 95,932.

Selain pelemahan dolar, safe-haven yen menyentuh level terendah satu bulan karena, investor menyukai mata uang berisiko.

Para analis memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca pergerakan tersebut, dengan banyaknya pedagang yang mengambil cuti menjelang akhir tahun.

Baca Juga: Waspada Hoax Bahaya BPA, Kak Seto: Harus Dapat Klarifikasi Pihak Berwenang

"Pada saat-saat seperti ini kami berdagang secara sangat teknis karena investor jangka pendek mencoba mencari keuntungan final akhir tahun," Brad Bechtel, kepala valas global di Jefferies, dalam sebuah catatan kepada klien.

Mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia, Selandia Baru dan Kanada, lebih tinggi, sementara saham beragam.

"Varian Omicron terus mengamuk dan gagal terdaftar di pasar ini, bahkan ketika kasus global mencapai satu juta untuk hari kedua berturut-turut," kata analis Saxo Bank.

Aussie menguat 0,35 persen pada 0,72515 dolar AS, Kiwi naik 0,28 persen pada 0,6823 dolar AS, dan loonie naik 0,16 persen menjadi 1,2794 dolar Kanada per dolar AS.

Baca Juga: Viral Pencuri Kotak Amal Masjid di Jepara Tinggalkan Surat, Begini Isinya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X