Tahun 2022 Akan Jadi Momentum Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Pasar Menuju Fase Normalisasi

- Rabu, 29 Desember 2021 | 14:22 WIB
tahun 2022 menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia. (foto ilustrasi: pikiran rakyat)
tahun 2022 menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia. (foto ilustrasi: pikiran rakyat)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tahun 2022 akan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia. Hal ini karena kondisi pasar sedang berada menuju fase normalisasi, dan Indonesia berada pada fase tersebut.

Sementara beberapa pihak menyatakan, bahwa di rentang waktu 2020 - 2022 ada tiga fase penting, yaitu fase pandemi di 2020, kemudian fase recovery di 2021, dan akan dilanjutkan dengan fase normalisasi pada pasar global.

Sedangkan Indonesia justru akan mengalami fase akselerasi di 2022.

Baca Juga: Dolar Sedikit Menguat dalam Transaksi Berkat Aliran Safe-Haven

Demikian pernyataan Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono, dalam diskusi akhir tahun yang digelar ISEI, Kadin, Bank Indonesia, OJK dan Kafegama DIY.

''Tahun depan berpotensi menjadi momentum kebangkitan ekonomi Indonesia. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2022 bisa berada pada kisaran 5 persen-5,5 persen. Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5 persen, dari 3,2-4,0 persen pada tahun 2021,  didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan,'' papar Miyono.

Menurutnya sejalan dengan membaiknya ekonomi global dan nasional, diperkirakan perekonomian  DIY dapat tumbuh kisaran 4,8-5,8 persen (yoy) sedangkan inflasi diperkirakan 2,9-3,33 persen (yoy) pada tahun 2022.

Baca Juga: Resmikan Gedung Baru, IAI Siap Kembangkan Profesi Akuntan Jawa Tengah

Lapangan usaha atau sektor yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi DIY antara lain jasa lainnya, onfokom dan konstruksi. Sektor yang mulai bergerak dan tumbuh postif antara lain akomodasi dan mamin, jasa pendidikan, perdagangan dan industri pengolahan.

Pada sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahun 2022 masih didorong ekspor, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) serta konsumsi masyarakat.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X