BEI Jadi Bursa Paling Aktif di Kawasan Asean

- Jumat, 24 Desember 2021 | 17:32 WIB
Ilustrasi logo Bursa Efek Indonesia (BEI)  Jakarta. (IDX Channel)
Ilustrasi logo Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. (IDX Channel)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 53 perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Desember 2021. Pencapaian ini disebut-sebut kembali menjadikan BEI sebagai bursa yang paling aktif di kawasan ASEAN dalam hal pencatatan perusahaan.

Secara total, jumlah perusahaan tercatat di BEI hinhga menjelang pergantian tahun ini sudah mencapai 769. Bagi perusahaan, langkah mencatatkan saham di BEI ini bisa menjadi alternatif pendanaan yang menarik untuk pengembangan perusahaan.

"Sebenarnya tidak hanya perusahaan besar, tapi perusahaan dengan skala asset kecil dan menengah pun dapat mencatatkan sahamnya di BEI dan menjadi perusahaan publik," kata Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini dalam keterangan yang diterima Jumat (24/12).

Baca Juga: Disebut Pansos Bela Doddy Sudrajat, Pengacara Sunan Kalijaga Meradang: Sorry Ye Elu Siape?

Dijelaskan, ada sejumlah keuntungan menjadi perusahaan publik di antaranya mendapatkan pendanaan jangka panjang, citra dan nilai perusahaan (corporate value), citra perusahaan, menjaga keberlangsungan usaha, hingga insentif pajak.

Khusus pajak, pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan yang go public berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Peraturan Pemerintah No 30/2020 Tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka.

Bagi wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka, mereka dapat memperoleh penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 3 persen, lebih rendah dari tarif normal PPh wajib pajak badan dalam negeri sepanjang memenuhi persyaratan tertentu.

Baca Juga: Tak Sengaja Muntah, Penumpang Wanita Diduga Dianiaya Driver Taksi Online

Bagi pemilik perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di BEI, pemerintah hanya mengenakan tarif pajak final sebesar 0,1 persen dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham di bursa.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Livin Tambah Fitur, Transaksi Makin Cepat

Kamis, 16 Juni 2022 | 15:20 WIB
X