BPOM Tak Punya Alasan Kuat, Pengusaha AMDK Jawa Tengah Tolak Pelabelan Galon Polikarbonat

- Rabu, 22 Desember 2021 | 06:15 WIB
Salah satu kegiatan di depo galon isi ulang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Salah satu kegiatan di depo galon isi ulang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Para pengusaha air kemasan galon guna ulang di Jawa Tengah dengan tegas menolak rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mewajibkan label berpotensi mengandung BPA pada kemasan.

Mereka menilai tidak ada alasan yang kuat dari BPOM dalam mengeluarkan peraturan itu.

“Pemakaian air galon guna ulang ini sudah merata dan sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu. Kenapa baru sekarang ada rencana ingin melabeli kemasan itu dengan ‘berpotensi mengandung BPA’ ? Kami melihat ada sesuatu yang aneh dalam peraturan BPOM ini,” ujar Pembina Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) DPD Jawa Tengah, Willy Bintoro Chandra.

Para pelaku usaha air minum galon guna ulang yang ada di Jawa Tengah menilai BPOM telah bersikap diskriminatif, karena hanya membuat peraturan ini khusus untuk perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) guna ulang saja.

Baca Juga: Peserta Muktamar NU Berdatangan di Lampung

“Ada apa ini, kok hanya untuk galon guna ulang yang berbahan PC saja. Memangnya yang lain seperti galon sekali pakai berbahan PET dan yang lainnya tidak mengandung migrasi zat berbahaya. Lagi pula kemasan yang mengandung BPA juga kan bukan hanya galon guna ulang saja, tapi masih banyak yang lain?” tandasnya.

Dia melihat persoalan isu BPA ini hanyalah persaingan bisnis yang terjadi antara galon sekali pakai (PET) dan galon guna ulang.

Jadi, katanya, seharusnya BPOM tidak ikut campur dalam masalah ini, apalagi sampai memihak kepada salah satu produk saja yang akhirnya malah menambah terjadinya masalah.

“Dengan sikap BPOM seperti itu, orang awam saja pasti menduga-duga ada sesuatu di tubuh BPOM. Kalau saya ngomong, sudahlah BPOM tidak usah cari-cari masalah, karena kondisi ekonomi juga masih kayak begini,” ucapnya.

Baca Juga: Pengembangan UMKM Masih Menghadapi Sejumlah Hambatan, Terutama yang Berorientasi Ekspor

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Lokal Jadi Tantangan DaVinci Gourmet

Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:56 WIB
X