Perlindungan Kekayaan Intelektual: Pemerintah Terus Susun Kebijakan Berantas Produk Palsu

- Selasa, 21 Desember 2021 | 12:26 WIB
Diskusi virtual MIAP tentang Upaya Perlindungan kekayaan intelektual melalui Sosialisasi Hasil Studi Dampak Pemalsuan Terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2020. (suaramerdeka.com / dok MIAP)
Diskusi virtual MIAP tentang Upaya Perlindungan kekayaan intelektual melalui Sosialisasi Hasil Studi Dampak Pemalsuan Terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2020. (suaramerdeka.com / dok MIAP)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Selasa 21 Desember 2021 menggelar diskusi virtual tentang Upaya Perlindungan kekayaan intelektual melalui Sosialisasi Hasil Studi Dampak Pemalsuan Terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2020 yang diperbaharui oleh MIAP bekerjasama dengan Institute for Economic Analysis of Law and Policy Universitas Pelita Harapan (IEALP UPH).

Upaya-upaya perlindungan kekayaan intelektual secara berkesinambungan dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan kekayaan intelektual.

Baik melalui peraturan dan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah maupun pelaku usaha dalam melindungi produknya dari praktik-praktik pemalsuan/pembajakan serta masyarakat umum yang memahami kerugian yang disebabkan apabila menggunakan produk palsu/ilegal.

“Seluruh upaya yang telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan kekayaan intelektual patut diapresiasi sebagai langkah konkret dalam menegakkan perlindungan terhadap kekayaan intelektual” ungkap Justisiari P. Kusumah – MIAP Executive Director.

Baca Juga: Perbedaan Sikap H Faisal dengan Doddy Sudrajat Terkait Tagihan Utang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah

“Hal tersebut yang terus mendorong semangat positif dalam upaya berkelanjutan penegakan perlindungan kekayaan intelektual di Indonesia” tambah Justisiari.

MIAP secara berkala melakukan Studi Dampak Pemalsuan Terhadap Perekonomian di Indonesia 5 (lima) tahun sekali.

Sejak tahun 2005, MIAP melakukan studi dampak pemalsuan terhadap perekonomian Indonesia, sebagai salah satu upaya memahami bagaimana kecenderungan praktik-praktik pelanggaran kekayaan intelektual di Indonesia dan dampaknya terhadap perekonomian.

“Melalui studi ini kami berharap dapat memberikan manfaat dan gambaran bagi para pelaku usaha atau industri secara luas, sekaligus juga dapat menjadi masukan untuk menstimulasi langkah-langkah perbaikan dari semua pemangku kepentingan untuk terus bekerja sama menghadirkan ekosistem yang lebih aman bagi masyarakat” ungkap Yanne Sukmadewi – Sekretaris Jenderal MIAP.

Baca Juga: Pergilah Kasih Jadi Trending, Chrisye Menggarap Album hingga 50 Hari

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hotel Ciputra Semarang Salurkan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 24 September 2022 | 20:31 WIB

Healing Time di Novotel Semarang Aja

Sabtu, 24 September 2022 | 15:21 WIB

Animo Masyarakat Tetap Tinggi Miliki Rumah Subsidi

Selasa, 20 September 2022 | 22:36 WIB
X