Pandemi Hantam UMKM, Produsen Terbesar E-Liquid Vape Alami Gejolak Krisis

- Senin, 20 Desember 2021 | 10:24 WIB
Kegiatan produksi di pabrik E-Liquid. (suaramerdeka.com / dok Indonesia Juice Cartel)
Kegiatan produksi di pabrik E-Liquid. (suaramerdeka.com / dok Indonesia Juice Cartel)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 menghantam ekonomi semua negara khususnya Indonesia sehingga berimbas ke perusahaan besar hingga kecil

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam mengungkapkan akibat pandemi 50 persen dari 30 juta UMKM terancam gulung tikar.

“Kalau kita lihat ada 30 juta UMKM dilansir dari Apindo 50 persen sudah menghadapi kebangkrutan,” ujarnya dalam dialog bertajuk Covid-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha, Minggu 19 Desember 2021.

Salah satu yang terdampak adalah toko-toko rokok elektrik, terbilang sudah cukup banyak yang tutup karena wabah Covid-19.

Baca Juga: Puisi Rock - Besi yang Dipendam

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap UMKM-UMKM kecil.

"Namun, faktor lain juga kurangnya support atas regulasi yang diberikan oleh pemerintah dan cenderung lebih menguntungkan perusahaan luar. Ibarat pepatah, sudah jatuh ketiban tangga pula," ujar Aryo Andrianto, Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia, sekaligus CEO dari Indonesia Juice Cartel

Gejolak krisis yang terjadi selama 2 tahun silam ini tidak hanya memakan UMKM-UMKM kecil seperti toko vape.

Bahkan, produsen E-Liquid vape terbesar sekelas Indonesia Juice Cartel, juga mengalami gejolak krisis ini sampai adanya pengurangan karyawan.

Baca Juga: Magister Ilmu Biomedik Unissula dan Unpad Berkolaborasi, Dukung Penerapan MBKM

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X