Emas Kembali Menguat, Terdorong Kekhawatiran Lonjakan Omicron dan Inflasi

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 08:24 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Emas kembali menguat sekaligus mencatat kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir lalu bertengger di atas level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Penguatan harga emas tak lepas dari kekhawatiran atas lonjakan Omicron dan inflasi yang panas mendorong investor beralih ke aset-aset safe-haven.

Untuk pengiriman Februari, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, naik 6,7 dolar AS atau 0,37 persen menjadi ditutup pada 1.804,90 dolar AS per ounce.

Di pasar spot, emas juga menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.802,12 dolar AS per ounce pada pukul 18.56 GMT, naik sekitar 1,1 persen untuk minggu ini.

Baca Juga: UMKM Salatiga dan Kab Semarang Dikenalkan Pemasaran Digital, Dibuatkan Desain Promosi

Secara keseluruhan, ekuitas jatuh tertekan pergerseran ke sikap lebih hawkish oleh bank-bank sentral global yang ingin menjinakkan kenaikan tekanan harga dan risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh meningkatnya kasus Covid-19.

"Pertumbuhan akan melambat di kuartal berikutnya, dan ekuitas AS terkoreksi dari level tertingginya, sehingga tampaknya ada kepanikan dari ekuitas beralih ke aset safe-haven seperti emas dan perak," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Namun, keuntungan emas lebih lanjut dibatasi karena indeks dolar AS naik tajam pada Jumat 17 Desember 2021.

"Hasil pertemuan Federal Reserve AS telah menjadi 'awan besar ketidakpastian' atas logam mulia dan sekarang fokusnya adalah pada data tenaga kerja," kata Streible.

Baca Juga: Peduli Korban Erupsi Gunung Semeru, Polres Semarang Salurkan Bantuan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X