Kisah Inspiratif Legendaris Kuliner Semarang Mbok Berek Ny. Subekti Hadapi Era Online Food Delivery

- Selasa, 14 Desember 2021 | 21:30 WIB
Ari Wibowo Subekti (Kiri), generasi ke-5 dari Ny. Subekti, pendiri kuliner legendaris Mbok Berek Ny. Subekti asal Jawa Tengah bersama Wishnutama Komisaris GoTo (Kanan) (suaramerdeka.com/dok)
Ari Wibowo Subekti (Kiri), generasi ke-5 dari Ny. Subekti, pendiri kuliner legendaris Mbok Berek Ny. Subekti asal Jawa Tengah bersama Wishnutama Komisaris GoTo (Kanan) (suaramerdeka.com/dok)

Kisah Generasi ke-5 Ny. Subekti Berjuang dari Jaga Parkir, Sembelih Ayam, hingga #BangkitBersama Dominasi Kuliner Lokal Jawa Tengah lewat GoFood Lawan Franchise Luar Negeri

Era digital munculkan banyak brand kuliner baru baik lokal maupun luar negeri yang digemari masyarakat, terlebih dengan dukungan teknologi. Indonesia dengan ragam kuliner lokal legendaris terus mengembangkan diri agar tak lekang dimakan waktu, bahkan pandemi.

Inilah cerita dari Ari Wibowo Subekti, generasi ke-5 dari Ny. Subekti, pendiri kuliner legendaris Mbok Berek Ny. Subekti asal Jawa Tengah.

Resep ayam goreng yang tak pernah berubah seiring waktu dan hadir secara turun temurun kini terus mengembangkan bisnisnya pada era digital, sejak awal berdirinya sebelum era kemerdekaan.

Baca Juga: Manajemen PSIS Klarifikasi Berita Soal Paulo Henrique

“Kisah Mbok Berek ini bermula dengan buyut saya yang berjualan pakai sepeda dengan dipikul (dagangannya). Saat buyut saya lewat depan Keraton Jogja, kebetulan ada Sri Hamengku Buwono IX sedang duduk di taman.

Karena merasa kasihan, akhirnya Sultan membeli jualan dalam pikulan tadi dan setelah dicoba, ternyata enak. Karena terkenal oleh Sri Sultan, akhirnya menyebar ke berbagai wilayah lain. Puncaknya ketika Presiden Bung Karno sedang kunjungan kerja di Jogja dan diajak oleh Sri Sultan makan ayam. Ayam goreng buyut saya seketika langsung booming pada era tersebut.” jelas Ari.

Ari menambahkan cerita dari buyutnya tersebut menjadi legenda keluarga Ny. Subekti yang kini mencapai beberapa generasi keturunan.

“Walaupun (bisnis) berasal dari keluarga, selalu ada tantangan untuk mengembangkan Mbok Berek. Mulai dari generasi ke-3, kami mulai mengembangkan outlet. Tadinya Mbok Berek ini ya ayam goreng aja, tapi setelah dikembangkan jadi ada kremes, gudeg, sambel goreng, bahkan menjadi pionir kremes hingga saat ini.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X