Program BLT Desa Berlanjut, Fokus untuk Redam Kemiskinan

- Jumat, 11 Juni 2021 | 11:00 WIB
Ilustrasi BLT Desa. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi BLT Desa. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Sejak awal pandemi, pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk membantu memulihkan ekonomi di desa.

BLT merupakan program perlindungan sosial untuk meredam angka kemiskinan dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Astera Primanto Bhakti  mengatakan APBN bekerja keras melalui belanja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satunya melalui BLT.

Memasuki tahun 2021, kebijakan BLT Desa masih berlanjut. BLT Desa diberikan sebesar Rp 300.000 per KPM selama 12 bulan.

Baca Juga: APTRI Soal PPN Sembako, Tolak dan Ancam Demo ke Jakarta

Pada tahun 2020, realisasi BLT Desa sebesar Rp 23,74 triliun yang disalurkan kepada kurang lebih 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Mulai April 2020, KPM memperoleh Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan pertama, kemudian Rp 300.000 per bulan untuk 6 bulan berikutnya.

Namun dilihat dari progres, Primanto Bhakti menyebut realisasi BLT Desa relatif rendah di kisaran Rp3,5 triliun atau 22,15 persen.

Selanjutnya dia mengingatkan daerah untuk dapat segera memenuhi persyaratan penyaluran dana desa, karena penyaluran BLT Desa sangat terpengaruh pada penyaluran dana desanya.

Baca Juga: Beli Bakso di Semarang Tak Perlu Uang Cash, Ini Caranya!

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perdana, Produk Tempe UKM Diekspor Ke Jepang

Minggu, 20 Juni 2021 | 15:34 WIB

Tokoh Masyarakat Sambut Munas Kadin di Kendari

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:58 WIB

Hadapi Pandemi, UMKM Perlu Pembiayaan Sehat

Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:44 WIB

Pandemi Momentum Produk Lokal Jadi Global

Sabtu, 19 Juni 2021 | 09:19 WIB
X