Distributor Tinta Printer Palsu Dihukum, Keputusan Penting bagi Pemegang Merek Dagang

- Kamis, 9 Desember 2021 | 11:48 WIB
Tinta printer asli dan palsu. (suaramerdeka.com / dok Blog Indahnya Berbagi)
Tinta printer asli dan palsu. (suaramerdeka.com / dok Blog Indahnya Berbagi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengadilan baru-baru ini menyatakan produsen dan distributor botol tinta Epson palsu bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan beserta denda Rp 500 juta.

Kasus ini merupakan kesuksesan terbesar bagi industri tinta printer di Indonesia, yang telah mengalami masalah besar akibat botol tinta palsu yang beredar di Indonesia.

Pada 7 April 2021, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menyatakan Amrizal Als Malik bersalah melakukan tindak pidana secara tidak sah menggunakan merek yang sama dengan merek dagang terdaftar milik Epson untuk barang sejenis yang diperdagangkan.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Unit Industri dan Perdagangan Kepolisian di tempat usaha yang berlokasi di Jl. Rawa Kepa IX, Kecamatan Tomang, Grogol, Jakarta Barat pada tanggal 26 Februari 2020, Polisi menyita lebih dari 50 karton botol tinta yang dicurigai palsu.

Baca Juga: China Menyelidiki Gubuk Misterius di Utara Bulan, Tim Ilmuwan: Butuh Dua hingga Tiga Hari

Dalam sidang pengadilan, Amrizal mengakui telah mendistribusikan botol tinta palsu ke Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Medan, Padang, dan Makassar, yang dikirimkan melalui paket.

Dalam 1 (satu) minggu, Amrizal mampu memproduksi sekitar 200-300 botol tinta, dan pada bulan-bulan tertentu mampu memproduksi 1.000 botol tinta untuk didistribusikan, tergantung pesanan yang diterimanya.

Total keuntungan yang diraih Amrizal dalam waktu singkat sekitar 1 tahun mencapai sekitar Rp 200 juta.

Menurut Jonathan Selvasegaram, Manajer Asia Pasifik untuk React, sebuah organisasi anti-pemalsuan nirlaba yang mewakili lebih dari 300 pemegang merek, termasuk Epson.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 9 Desember 2021, Aldebaran Jujur ke Papa Surya dan Mama Sara soal Andin

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DJKI : Penting Paten Produk Untuk Tingkatkan Daya Saing

Selasa, 20 September 2022 | 09:26 WIB

PLN Tegaskan Tidak Ada Penghapusan Pelanggan Daya 450 VA

Sabtu, 17 September 2022 | 09:48 WIB

Progres PLTA Kayan, Pembangunan Jalan Capai 30 Persen

Rabu, 14 September 2022 | 06:45 WIB

Hadapi Era Industri 4.0, SDM Memang Harus Bisa Bersaing

Selasa, 6 September 2022 | 09:24 WIB
X