APTRI Soal PPN Sembako, Tolak dan Ancam Demo ke Jakarta

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:46 WIB
Demo bebaskan PPN Gula Tani (suaramerdeka.com/dok)
Demo bebaskan PPN Gula Tani (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Dewan Pimpinan Nasional, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) secara tegas menolak rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada bahan pokok (sembako) yang tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Sekjen DPN APTRI, M Nur Khabsyin meminta kebijakan itu dikaji ulang karena akan memberatkan kehidupan petani.

"Saya kira perlu dikaji ulang. Apalagi saat ini masa pandemi dan situasi perekonomian sedang sulit. Ini akan berimbas ke seluruh Indonesia dan membuat gaduh masyarakat, terutama masyarakat petani," kata Khabsyin, dalam keterangannya, jumat (11/6).

Dalam draf beleid tersebut, komoditas gula konsumsi menjadi salah satu barang kebutuhan pokok yang dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN.  Dengan penghapusan itu berarti gula konsumsi akan dikenakan PPN.

Baca Juga: Nota Kesepakatan Pembatasan Kegiatan Hajatan Warga Ditandatangani, Berlaku Hingga 30 Juni

Sebetulnya sebelum tahun 2017 gula konsumsi sudah dikenakan PPN, akan tetapi petani tebu protes melalui unjuk rasa di jakarta. Sehingga sejak 1 september 2017 gula konsumsi dibebaskan dari PPN.

Saat itu petani beralasan bahwa gula adalah termasuk bahan pokok kenapa kena PPN, sedangkan beras bebas dari PPN.

Pengenaan PPN, kata Khabsyin dipastikan akan merugikan seluruh petani tebu yang ada di tanah air. Karena, pengenaan PPN terhadap gula konsumsi pada ujungnya akan menjadi beban petani sebagai produsen.

Baca Juga: Brand Parfum Lokal Ini Banyak Direkomendasikan di Media Sosial

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perdana, Produk Tempe UKM Diekspor Ke Jepang

Minggu, 20 Juni 2021 | 15:34 WIB

Tokoh Masyarakat Sambut Munas Kadin di Kendari

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:58 WIB

Hadapi Pandemi, UMKM Perlu Pembiayaan Sehat

Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:44 WIB

Pandemi Momentum Produk Lokal Jadi Global

Sabtu, 19 Juni 2021 | 09:19 WIB
X