Airlangga: Generasi Muda Jadi Game Changer Membangun Ekonomi di Era Digital

- Rabu, 8 Desember 2021 | 07:45 WIB
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com/dok ekon.go.id)
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com/dok ekon.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Google Temasek dan Bain and Company (2021) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 yang lalu, sekitar 350 juta orang penduduk di ASEAN telah memanfaatkan layanan ekonomi digital.

Di mana 60 juta di antaranya merupakan pelanggan baru sejak merebaknya pandemi Covid-19, sekaligus menandai adanya pergeseran lanskap perekonomian global menuju tatanan ekonomi yang baru, di mana peranan ekonomi digital akan semakin dominan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan generasi muda harus bersama-sama mempercepat akselerasi transformasi digital di berbagai sektor, sehingga dapat berkontribusi positif terhadap percepatan pemulihan ekonomi.

Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto sebagai keynote speech pada acara Latihan Kepimpinan Nasional (LAKNAS) IPNU yang bertajuk Kepemimpinan dan Upaya Membangun Perekonomian Negara di Era Digital dan Society 5.0, yang dilakukan secara virtual, Senin, 6 Desember 2021.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru: Korban Tewas Jadi 34, Jumlah Pengungsi Meningkat Jadi 3.697 Jiwa

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang bersama-sama dengan seluruh tatanan masyarakat dalam mendukung upaya Pemerintah untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan masyarakat yang berdaya saing. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ujar Airlangga.

Airlangga menuturkan potensi ekonomi digital Indonesia tentunya didukung oleh sejumlah faktor, antara lain total penduduk yang terbesar keempat di dunia dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 191,08 juta atau 70,7 persen.

Dari sisi digital user, jumlah mobile connection di negara saat ini mencapai 345,3 juta (125,6 persen dari total populasi) dengan rata-rata waktu yang dihabiskan orang untuk berselancar di internet selama 8 Jam 52 Menit.

Sepanjang tahun 2020, trafik internet mengalami peningkatan 15-20 persen.

Baca Juga: Nikita Willy Pernah Stres Ditanya Kapan Hamil hingga Lakukan Inseminasi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X