Harga Minyak Melonjak Hampir 5 Persen, Rebut Kembali Kerugian Pekan Lalu

- Selasa, 7 Desember 2021 | 09:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Harga minyak merebut kembali kerugian pekan lalu setelah melonjak hampir lima persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Melonjaknya harga minyak tersebut di tengah harapan varian Omicron akan memiliki dampak ekonomi yang tidak terlalu merusak dan Arab Saudi menaikkan harga jualnya ke Asia dan Amerika Serikat.

Untuk pengiriman Februari, harga minyak mentah berjangka Brent terangkat 3,20 dolar atau 4,6 persen, menjadi menetap di 73,08 dolar AS per barel.

Sementara, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari bertambah 3,23 dolar AS atau 4,9 persen, menjadi ditutup di 69,49 dolar AS per barel.

Baca Juga: Harga Emas Tergelincir Tertekan Penguatan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi

Pekan lalu kedua harga acuan minyak tersebut turun untuk enam minggu berturut-turut.

Pembatasan produksi yang dipimpin oleh kelompok produsen OPEC+ membuat patokan global Brent telah meningkat 38 persen tahun ini, meskipun telah jatuh dari level tertinggi tiga tahun di atas 86 dolar AS pada Oktober.

"Kenaikan hari ini dipicu oleh Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) pada akhir pekan," ujar Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch, mengatakan Senin dalam sebuah catatan.

Eksportir terbesar dunia itu mengatakan pada Minggu 5 Desember 2021 bahwa mereka akan mengenakan harga premium yang lebih tinggi untuk pengiriman minyak ke Asia dan Amerika Serikat pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Tantangan Globalisasi dan Pandemi, Presiden: Kedaulatan Perlu Diperjuangkan dengan Cara Baru

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X