Harga Emas Tergelincir Tertekan Penguatan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi

- Selasa, 7 Desember 2021 | 08:48 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuat harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB)

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, merosot 4,4 dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 1.779,50 dolar AS per ounce.

Sementara harga emas di Pasar Spot juga jatuh 0,30 persen menjadi diperdagangkan pada 1.778,09 dolar AS per ounce pada pukul 18.42 GMT.

Akhir pekan lalu, Jumat 3 Desember 2021, emas berjangka melonjak 21,2 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.783,90 dolar AS, setelah anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.762,70 dolar AS pada Kamis 2 Desember 2021.

Baca Juga: Tekan Penyebaran Omicron, Pemerintah Dorong Percepatan Vaksinasi bagi Anak

Penguatan dolar AS, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun AS berbalik naik.

Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga.

Selain itu, kekhawatiran atas penyebaran Omicron membuat emas juga tertekan karena pasar saham global melakukan rebound tentatif dari aksi jual minggu lalu.

"Emas akan tetap berada dalam lingkungan perdagangan yang berombak karena ada dorongan tarik-menarik di pasar; satu sisi, kami memiliki pasar yang mengantisipasi tapering yang lebih cepat, dan di sisi lain kami memiliki permintaan safe-haven dengan gagasan inflasi yang memanas," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam Berjangka di High Ridge Futures.

Baca Juga: Desember Ini, Blora Targetkan Bisa Masuk PPKM Level 1, Pencapaian Vaksinasi Dipercepat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X