Kepastian Regulasi Dibutuhkan untuk Jaga Iklim Investasi

- Senin, 6 Desember 2021 | 09:00 WIB
Ilustrasi Investasi. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi Investasi. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pembatalan bersyarat Undang-Undang atau UU Cipta Kerja oleh Mahkamah Konstitusi (MK) berpotensi menimbulkan ketidakpastian dan membahayakan kondusivitas iklim investasi di Indonesia.

Kepastian hukum dan regulasi dalam investasi merupakan salah satu pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya.

Pemerintah harus segera melakukan perbaikan dalam dua tahun ini karena UU Cipta Kerja masih dapat berjalan sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Hanya aturan turunannya saja yang tidak lagi dapat dikeluarkan sampai dua tahun mendatang.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Wapres Minta Mensos, BNPB dan Pihak Terkait Bergerak Cepat

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi seperti ini berpotensi membuat iklim investasi Indonesia menjadi stagnan karena investor akan terdorong mengambil langkah wait & see, setidaknya untuk dua tahun ke depan."

"Hal ini mengingat beberapa aturan turunan masih diperlukan untuk menjadi acuan implementasi UU Cipta Kerja,” terang Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan.

Aliran modal asing menjadi salah satu faktor penting dalam menopang neraca transaksi berjalan.

Baca Juga: PKS Jateng Siagakan 1.000 Sukarelawan Bantu Penanganan Bencana Semeru

Pembangunan infrastruktur yang masif di beberapa wilayah di Indonesia seringkali juga disebut-sebut sebagai salah satu faktor pendorong agresifnya Indonesia dalam mengejar aliran modal asing.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X