Konversi LPG ke Kompor Induksi, Negara Hemat hingga Rp 27,3 Triliun

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:00 WIB
Petugas memberi arahan pedagang bagaimana cara memakai kompor induksi. (suaramerdeka.com / dok PLN)
Petugas memberi arahan pedagang bagaimana cara memakai kompor induksi. (suaramerdeka.com / dok PLN)

JAKARTA, suaramerdeka.com - PT PLN (Persero) siap mendukung konversi kompor LPG ke kompor induksi untuk menekan defisit transaksi berjalan (CAD) akibat impor LPG.

Menurut perhitungan PLN, pengalihan energi impor ke energi listrik untuk 30 juta penerima manfaat akan menghemat Rp 27,3 triliun selama empat tahun.

Angka penghematan itu, berdasarkan hitungan PLN, berasal dari penghematan impor LPG sebesar Rp 25,9 triliun dan penghematan subsidi sebesar Rp 1,4 triliun.

"Selain menyelamatkan defisit transaksi berjalan, implementasi konversi kompor LPG ke kompor induksi juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mendorong program-program transisi energi," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril.

Baca Juga: Angkatan Muda Partai Golkar Siap Jadi Sayap Partai untuk Berkembang

Bob optimistis program konversi LPG ke kompor induksi bisa terlaksana, terlebih Indonesia memiliki sejarah kesuksesan konversi minyak tanah ke LPG.

Dia menjelaskan, dalam konversi minyak tanah ke LPG, pemerintah perlu menerbitkan beleid setingkat Peraturan Presiden sebagai landasan hukumnya.

"Kami harus luncurkan perpres ini (untuk konversi kompor induksi) setelah itu baru kita bangun bersama-sama. Ini kepentingan bangsa, bukan kepentingan PLN ataupun Pertamina," ujarnya.

Kendati memerlukan komitmen bersama dalam implementasi konversi kompor LPG ke kompor induksi, PLN telah berinisiatif mengkampanyekan penggunaannya.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak Lebih dari 1 Persen, Data Pekerjaan Jauh dari Ekspektasi Pasar

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X