Harga Minyak Berakhir Beragam Seiring Kekhawatiran Meningkatnya Kasus Covid-19

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:24 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kekhawatiran akan meningkatnya kasus Covid-19 dan varian baru membuat harga minyak mentah beragam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Harga minyak beragam itu sebelumnya menghapus kenaikan besar awal sesi di mana permintaan minyak global bisa berkurang.

Untuk minyak mentah berjangka Brent menguat 21 sen atau 0,3 persen, menjadi menetap di 69,88 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 24 sen atau 0,4 persen lebih rendah menjadi 66,26 dolar AS per barel.

Baca Juga: BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Pada awal perdagangan, harga minyak naik lebih dari dua dolar AS per barel usai kelompok produsen OPEC+ mengatakan dapat meninjau kebijakannya untuk menaikkan produksi dalam waktu singkat jika meningkatnya jumlah penguncian pandemi menghambat permintaan.

Kedua harga acuan turun selama enam minggu berturut-turut untuk pertama kalinya sejak November 2018, dan keduanya tetap berada di wilayah oversold secara teknikal buat hari keenam berturut-turut untuk pertama kalinya sejak September 2020.

"Banyak tempat yang harus disalahkan atas kemunduran besar dalam energi," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York..

Kamis lalu, OPEC+ mengejutkan pasar ketika tetap pada rencananya untuk menambah pasokan 400.000 barel per hari (bph) pada Januari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 4 Desember: Berawan, Berpotensi Diguyur Hujan Berintensitas Ringan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X