Harga Emas Melonjak Lebih dari 1 Persen, Data Pekerjaan Jauh dari Ekspektasi Pasar

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 07:15 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Data pekerjaan bulanan AS yang jauh dari ekspektasi pasar membuat harga emas melonjak lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Untuk pengiriman Februari, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terangkat 21,2 dolar AS atau 1,2 persen, menjadi ditutup pada 1.783,90 dolar AS per ounce.

Sementara itu emas naik 0,9 persen menjadi diperdagangkan di 1.785,29 dolar AS per ounce pada pukul 20.12 GMT pada Pasar Spot

Sehari sebelumnya, Kamis 2 Desember lalu, emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.762,70 dolar AS, setelah terangkat 7,8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.784,30 dolar AS.

Baca Juga: Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Ketidakpastian itu dipicu varian baru virus corona Omicron dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS sehingga meningkatkan daya tarik logam safe-haven.

"Emas diuntungkan dari pelarian ke aset aman karena investor khawatir tentang tapering Federal Reserve yang lebih cepat dan situasi Covid-19 karena Delta dan Omicron menimbulkan risiko terhadap prospek pertumbuhan jangka pendek," ungkap Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

"Kinerja emas akhir pekan signifikan karena bertepatan dengan perataan kurva yang mencakup ekspektasi tinggi untuk tapering Fed yang lebih cepat."

Dukungan lebih lanjut untuk emas, imbal hasil obligasi 10-tahun AS turun di bawah 1,4 persen untuk pertama kalinya sejak September, mengurangi peluang kerugian memegang emas tanpa bunga.

Baca Juga: Jadi Korban Pelecehan Dosen, Mahasiswi Unsri Ini Justru Dicoret Namanya dari Daftar Yudisium

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X