Begini Kisah Inspiratif UMKM Difabel dalam Kontribusi ke Ekonomi Digital

- Jumat, 3 Desember 2021 | 23:44 WIB
Sadikin Pard seniman dari UMKM difabel The Able Art. (foto: tokopedia)
Sadikin Pard seniman dari UMKM difabel The Able Art. (foto: tokopedia)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menyambut Hari Difabel Sedunia, begini kisah inspiratif UMKM difabel yang memanfaatkan teknologi dan berkontribusi terhadap ekonomi digital, yaitu The Able Art dan warung kelontong Toko Lariz.

Oleh sebab itu UMKM difabel ini terus mendapatkan panggung seluas-luasnya, guna menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi agar bisa bangkit bersama memulihkan ekonomi.

Hal itu disampaikan External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya.

Baca Juga: Industri Pertanian Punya Prospek Cerah, Bisa Jadi Primadona Baru di Bursa Saham

Sebagai contoh The Able Art.

Bermula dari kecintaan terhadap dunia sosial, Tommy Budianto mendirikan The Able Art di Pasuruan pada 2017.

Tommy membantu mereproduksi lukisan-lukisan karya seniman difabel menjadi berbagai produk, seperti hijab, tas, pouch dan lain-lain, untuk dijual offline maupun online.

Baca Juga: Berangsur Pulih, Akselerasi Ekonomi Jateng Ditopang Ekspor dan Investasi

The Able Art didirikan untuk memberdayakan para seniman difabel agar tetap bisa berkarya sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan tetap.

"Kami ingin setiap karya memiliki nilai sosial bagi masyarakat Indonesia," jelas Tommy.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X