Beli Bakso di Semarang Tak Perlu Uang Cash, Ini Caranya!

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:32 WIB
Ketua DPW Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso dan Paguyuban Pedagang Mie Bakso (Apmiso-Papmiso) Jateng, Lasiman (suaramerdeka.com/dok)
Ketua DPW Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso dan Paguyuban Pedagang Mie Bakso (Apmiso-Papmiso) Jateng, Lasiman (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Bagi kamu yang akan membeli bakso di Kota Semarang, siap-siap tanpa perlu merogoh kocek dan membayar menggunakan uang cash. Di era digital ini, pedagang bakso Kota Semarang sudah mulai naik kelas.

Untuk membeli bakso di Kota Semarang, pembeli cukup menggunakan aplikasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) maupun LinkAja. Dengan aplikasi, tinggal scan maka transaksi antara penjual dan pembeli pun bisa dilakukan.

Ketua DPW Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso dan Paguyuban Pedagang Mie Bakso (Apmiso-Papmiso) Jateng, Lasiman mengatakan beli bakso di Kota Semarang tanpa uang cash itu memang menjadi salah satu program yang tengah dijalankan oleh asosiasi.

Baca Juga: Selamatkan BUMN, Fahri Hamzah: Perlu Privatisasi oleh UMKM

Pihaknya menggandeng BI, LinkAja, dan juga Pemkot Kota Semarang. Sebagai tahap awal, 1.000 pedagang bakso di Kota Semarang akan menerapkan proses digital dalam transaksi jual beli. Jumlah itu merupakan target hingga Agustus tahun 2021 ini.

“Saat ini eranya digital, pedagang mau tak mau harus ikut beradaptasi. Untuk memudahkan dalam proses jual beli,” kata Lasiman, di sela-sela kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas UMKM di Pasar Barito Baru Penggaron, Kamis (10/6).

Baca Juga: Malasyia Akan Deportasi 7.200 WNI, Indonesia Ekstrahati-hati

Menurut Lasiman, ada sejumlah keuntungan dengan pembayaran tanpa uang cash tersebut. Pertama, praktis karena pembeli tak perlu repot bawa uang cash.

Cukup dengan aplikasi di handphone maka pembayaran beres. Kedua, tanpa adanya interaksi langsung maka pedagang dan pembeli sama-sama bisa terlindungi dari penyebaran Covid 19.

Ketiga, karena pembayaran secara digital maka uang langsung masuk rekening pedagang.

“Kalau pedagang bawa uang cash itu kadang cepat habis buat beli ini itu. Kalau di rekening maka lebih aman dan cenderung tidak digunakan untuk macam-macam,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan untuk meningkatkan potensi masyarakat maka pemerintah memfasilitasi pelatihan pembuatan bakso.

Pihaknya menggandeng Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso dan Paguyuban Pedagang Mie Bakso Jateng.

Baca Juga: Menag Janji Bahas Haji 2022 Lebih Awal, Berharap Kondisi Jauh Lebih Baik

Dengan pelatihan SDM yang sesuai kebutuhan masyarakat maka diharapkan mampu menggerakkan ekonomi di tingkat bawah.

“Nantinya peralatan akan disesuaikan. Yang lebih modern dan higienis. Karena keinginan dari Apmiso, produk yang dihasilkan bisa dapat izin dari BPOM,” kata Hevearita.

Hadir pada acara tersebut Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Dwiyanto cs dan Head of Ecosystem Expansion Group LinkAja, Verdy hendra Permadi serta pedagang dan pelaku UMKM Kota Semarang.

Maka, jika kamu mau membeli bakso di Kota Semarang kini tak perlu lagi uang cash. Tinggal scan dan sudah terbayar.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi Melandai, Komoditas Kopi Kembali Bersemi

Jumat, 28 Januari 2022 | 22:15 WIB
X