BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

- Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB
penerapan Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI sebagai platform digital yang akan mendukung digitalisasi UMKM serta meningkatan daya saing UMKM melalui penerapan dan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) (kominfo.go.id)
penerapan Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI sebagai platform digital yang akan mendukung digitalisasi UMKM serta meningkatan daya saing UMKM melalui penerapan dan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) (kominfo.go.id)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan “Etalase Digital Produk UMKM ber-Standar Nasional Indonesia (SNI)"

dalam bagian dari ikhtiar lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat sekaligus membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital.

Menurut Kepala BSN, Kukuh S. Achmad, platform digital itu juga untuk merespon era dimana gelombang Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global.

Baca Juga: Masuk 10 Besar Kasus di Jateng, Bupati Ajak Masyarakat Cegah Penularan HIV/AIDs

“Pemanfaatan teknologi informasi telah mendisrupsi berbagai kegiatan manusia, termasuk dalam transaksi perdagangan. Kegiatan perdagangan menjadi sangat terbuka lebar termasuk bagi UMKM,” jelas Kukuh dalam keterangan yang diterima Kamis (2/12).

Disebutkan, para pelaku UMKM pun telah memanfaatkan platform sosial media dan marketplace untuk mempromosikan produk yang dihasilkan. Hingga saat ini diperkirakan baru 15,9 juta atau sekitar 24 persen dari 65 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan integrasi menuju teknologi digital.

Dengan kondisi tersebut, Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI itu diharapkan bisa membantu mereka dalam upaya lebih mengembangkan usahanya. Pasalnya, platform tersebut juga terkoneksi dengan program pemerintah seperti Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bela Pengadaan.

Platform itu sendiri tak terlepas dari keberadaan jumlah UMKM di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 65 juta. Kontribusi UMKM sendiri dianggap sangat penting dalam menyokong perekonomian Indonesia karena memberikan kontribusi 60 persen dari total PDB Indonesia dan menyerap 97 persen atau sekitar 120 juta tenaga kerja.

Baca Juga: Atlet Bulu Tangkis Bertumbangan di World Tour Finals 2021, Mathias Boe Kritik BWF

“Hanya saja, UMKM Indonesia masih menghadapi permasalahan yang kompleks. Daya saing produk UMKM masih harus ditingkatkan. Banyak produk UMKM yang masih kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi harga maupun kualitas,” ujar Kukuh.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X