Pasutri di Kebumen Berdayakan 420 Penderes Nira Kelapa, Terapkan Kewirausahaan Sosial

- Jumat, 3 Desember 2021 | 16:53 WIB
Hartanto Wicaksono bersama sang istri Rini Widyastuti menunjukkan produk gula semut organik kemasan merk "Moyang" produksinya. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Hartanto Wicaksono bersama sang istri Rini Widyastuti menunjukkan produk gula semut organik kemasan merk "Moyang" produksinya. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

 

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Bermula dari seorang pendamping desa, Hartanto Wicaksono paham betul bahwa Kabupaten Kebumen memiliki potensi gula kepala yang cukup besar. Akan tetapi potensi itu belum digarap secara baik.

Tak hanya itu, pria asal Desa/Kecamatan Sempor, Kebumen itu juga prihatin karena banyak persoalan dalam bisnis ini mulai dari hulu hingga ke hilir. Antara lain banyaknya perajin yang memproduksi gula kepala dengan mencampur bahan kimia termasuk gula pasir hingga gula rafinasi.

Melihat hal itu, Hartanto melakukan pendampingan dan edukasi kepada para petani gula kelapa. Tak hanya itu, Hartanto bersama sang istri Rini Widyastuti sejak awal 2014 mulai terjun menekuni bisnis gula semut.

Baca Juga: Atlet Bulu Tangkis Bertumbangan di World Tour Finals 2021, Mathias Boe Kritik BWF

Saat itu dia masih mendampingi para petani gula di lima desa di Kebumen dan Banyumas yang telah memproduksi bahan baku gula semut.

Bisnis pun mulai berkembang. Sejak 2015 sampai sekarang, dia bersama timnya memproduksi gula semut yang memiliki spesifikasi siap ekspor. Bedanya dengan produk lain, gula semut Hartanto ditanam dan diproses secara organik.

Melalui CV Agro Berdikari yang dia dirikan, Hartanto saat ini mampu memproduksi tujuh ton gula semut perbulan. Gula semut produksinya telah diekspor ke beberapa negara di Eropa maupun Amerika.

Baca Juga: Libur Nataru, RK Minta Warga Berkorban Tahan Diri Tak Lakukan Mobilitas

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X