Tekan Harga, Pemerintah Minta Produsen Jual Minyak Goreng Kemasan Bantal

- Jumat, 3 Desember 2021 | 13:24 WIB
Ilustrasi harga minyak goreng yang melejit. (Pexels.com / rodnae )
Ilustrasi harga minyak goreng yang melejit. (Pexels.com / rodnae )

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Harga komoditas minyak goreng terus merangkak naik sejak sebulan terakhir. Kenaikan harga crude palm oil (CPO) di tingkat internasional menjadi penyebab utamanya.

Para pemangku kepentingan sudah menyiapkan kebijakan untuk mengerem harga. Di Kota Yogyakarta, Pemkot setempat telah melakukan rapat koordinasi bersama kementerian.

Pemerintah nantinya akan memberikan penugasan kepada produsen minyak goreng, dengan skema membuat kemasan bantal sederhana seharga Rp 14 ribu.

Baca Juga: 'It’ll Be Okay’, Lagu Shawn Mendes Usai Putus dari Camila Cabello?, Ini Lirik dan Terjemahannya

"Melonjaknya harga minyak goreng ini menjadi persoalan nasional. Beberapa produsen dikumpulkan oleh pemerintah pusat agar harga bisa ditekan," kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (3/12).

Dia menegaskan, persoalan ini bukan pada stok barang. Dari hasil pantauan Pemkot, ketersediaan bahan pokok di pasaran termasuk minyak goreng, relatif mencukupi.

Saat ini, harga minyak goreng rata-rata berkisar Rp36 ribu hingga Rp37 ribu per kemasan dua liter.

Baca Juga: Koneksi Saham Terganggu Usai Gedung Cyber 1 Kebakaran, Penasaran, Apa Isi Penting di Dalamnya?

Kenaikan harga ini turut berimbas terhadap tren konsumsi masyarakat yang cenderung menjadi berkurang. Salah satu pedagang sembako di Pasar Kranggan, Heri mengaku permintaan menurun signifikan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X