Pemerintah Perlu Melakukan Perubahan Regulasi Vape, Produk Diminati Konsumen

- Jumat, 3 Desember 2021 | 10:15 WIB
Rokok elektrik (Vape) (pixabay.com)
Rokok elektrik (Vape) (pixabay.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perlahan tapi pasti, produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) seperti rokok elektrik atau vape, tembakau dipanaskan maupun tembakau kunyah, terus membanjiri pasar dalam negeri.

Kehadiran produk-produk tembakau olahan termasuk vape ini kian diterima dan disukai masyarakat konsumen tanah air.

Salah satu produk HPTL yang penyerapan dan pertumbuhan konsumennya dalam satu dekade terakhir ini cukup pesat adalah vape.

Jumlah peminat dan konsumen produk vape ini mencapai 2,2 juta pengguna.

Baca Juga: Bengkuang Bisa Dijadikan Masker Wajah, Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

Meningkatnya permintaan produk HPTL jenis cape berdampak positif kepada pembukaan lapangan pekerjaan yang dapat menyerap hingga 50 ribu tenaga kerja.

Salah satu inovasi terkini yang dilakukan salah satu produsen adalah dengan membuat atau mengeluarkan varian vape dengan sistem tertutup (closed system).

Varian ini menyatukan likuid, cartridge, dan coil dalam satu unit dan diproduksi oleh masing-masing pemilik merek, sehingga tidak dapat diutak-atik oleh pengguna sesuka hatinya.

“Vape sistem tertutup atau closed system menggunakan cairan nikotin (e-liquid) yang sudah dikemas yang dapat digunakan dengan perangkat vaping namun tidak dapat diisi ulang sehingga lebih aman dan tidak terkontaminasi dengan material lain di luar cairan yang diisi dari pabrik,” papar General Manager RELX Indonesia Yudhistira Saputra.

Baca Juga: Kemenkes Keluarkan SE, Biaya RT-PCR dengan Hasil Cepat Tidak Boleh Lampaui Tarif Tertinggi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X