Emas Merosot Tajam di Akhir Perdagangan, Tandai Penyelesaian Terendah

- Jumat, 3 Desember 2021 | 07:45 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Kemerosotan tajam diperlihatkan emas pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menandai penyelesaian terendah sejak pertengahan Oktober.

Penurunan tajam ini diperlihatkan emas usai gagal menemukan dukungan dari ketidakpastian seputar varian virus corona Omicron ketika indeks-indeks utama saham AS menguat.

Untuk pengiriman Februari, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen, menjadi ditutup di 1.762,70 dolar AS per ounce, merupakan penyelesaian terendah untuk kontrak teraktif sejak 12 Oktober.

Sehari sebelumnya, atau Rabu 1 Desember 2021 emas berjangka terangkat 7,8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.784,30 dolar AS, setelah jatuh 8,7 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.776,50 dolar AS.

Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia Cerminkan Optimisme Hasilkan Terobosan Besar

Permintaan safe haven awal untuk logam mulia yang disebabkan oleh kekhawatiran atas varian baru Omicron Covid-19 terbukti berumur pendek.

"Ketakutan Omicron agak mereda akhir pekan ini dan itu mengembalikan selera risiko ke pasar," menurut analis senior Jim Wyckoff dari Kitco Metals.

Investor juga memperhatikan tanda-tanda kecenderungan hawkish dalam kebijakan moneter AS yang dapat mengendalikan kenaikan harga konsumen di masa depan.

"Pergeseran kebijakan Fed dan pernyataan bahwa ketakutan inflasi akan berkurang telah membuat investor merasa kurang yakin emas akan bullish," kata Jim Wyckoff, menunjuk ke penurunan harga minyak mentah yang mungkin menunjukkan penurunan tekanan inflasi juga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 3 Desember: Berawan, Berpotensi Diguyur Hujan Berintensitas Ringan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X