Berangsur Pulih, Akselerasi Ekonomi Jateng Ditopang Ekspor dan Investasi

- Kamis, 2 Desember 2021 | 20:36 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Jawa Tengah di Hotel Tentrem Semarang. (suaramerdeka.com / dok Bank Indonesia)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Jawa Tengah di Hotel Tentrem Semarang. (suaramerdeka.com / dok Bank Indonesia)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perekonomian Jawa Tengah berangsur pulih dan mengalami pertumbuhan positif setelah hampir dua tahun digerogoti pandemi covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Pribadi Santoso mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh investasi dan ekspor. Sedangkan dari sisi lapangan usaha, didorong oleh sektor industri pengolahan dan konstruksi.

''BI memperkirakan ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi di rentang 5,0%-6,0% di tahun 2022 dengan inflasi yang tetap terjaga pada kisaran 3,0%±1%,'' kata Pribadi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, baru-baru ini.

Baca Juga: 35 Tahun Mengabdi 2 Personel Polres Tegal Kota Dapat Kado Istimewa dari Kapolri

Percepatan realisasi investasi pemerintah dan swasta menjadi kunci meningkatkan kapasitas perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Investasi swasta juga perlu difokuskan pada sektor yang berorientasi ekspor, seperti alas kaki, tekstil, dan furnitur.

Pengembangan sektor ekonomi potensial sebagai new sources of growth juga menjadi sangat penting sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Berbagai program dan upaya pemulihan ekonomi yang diupayakan akan berjalan baik apabila prasyarat program vaksinasi dan disiplin mengikuti protokol kesehatan dijalankan secara menyeluruh sehingga aktivitas sosial ekonomi dapat dibuka secara penuh.

Jawa Tengah memiliki potensi dan modal besar untuk dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

''Industri unggulan juga menghasilkan produk andalan di pasar domestik dan ekspor. Hadirnya beberapa kawasan industri yang didukung iklim investasi yang kondusif dan komitmen pemerintah daerah menjadi keunggulan provinsi ini dibandingkan daerah lain,'' kata Pribadi.

Baca Juga: Akreditasi Program Studi, Mendikbudristek Beri Kewenangan Lembaga Mandiri

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X