Harga Minyak Menetap Lebih Rendah Usai Kegagalan Reli dan Peningkatan Penjualan

- Kamis, 2 Desember 2021 | 09:24 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kegagalan reli awal dan peningkatan penjualan membuat minyak mentah berjangka menetap lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Di tengah kekhawatiran varian baru virus Covid-19 Omicron, peningkatan penjualan dapat memangkas permintaan minyak ketika pasokan global meningkat.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 61 sen atau 0,9 persen menjadi ditutup di 65,57 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan global minyak mentah berjangka Brent turun 36 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap pada 68,87 dolar AS per barel.

Baca Juga: Emas Berbalik Menguat pada Akhir Perdagangan Didorong Pelemahan Dolar

Di akhir sesi, harga minyak turun ke wilayah negatif setelah pejabat Amerika Serikat mengatakan varian Omicron telah ditemukan di negara itu.

"Ketika pasar mendapat berita tentang varian Frankenstein (monster), Anda menjual dan mengajukan pertanyaan kemudian," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Dia memperkirakan lebih banyak momentum bullish untuk kembali setiap kali WTI melintasi di atas 70 dolar AS per barel.

Minyak berjangka telah berada di bawah tekanan selama berpekan-pekan karena faktor.

Baca Juga: Indonesia Resmi Pegang Presidensi G20, Presiden: Ini Kepercayaan dan Kehormatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X