Harga Minyak Jatuh pada Akhir Perdagangan Menyusul Keraguan Kepala Moderna

- Rabu, 1 Desember 2021 | 09:48 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Keraguan Kepala Moderna atas kemanjuran vaksin Covid-19 pada varian Omicron membuat harga minyak jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan minyak mentah berjangka AS anjlok lebih dari lima persen.

Keraguan Kepala Moderna itu rupanya menakutkan pasar keuangan dan mengangkat kekhawatiran tentang permintaan minyak.

Untuk minyak mentah berjangka Brent merosot 2,87 dolar AS atau 3,9 persen, menjadi menetap di 70,57 dolar AS per barel, setelah mencapai level terendah intraday di 70,22 dolar AS per barel, terendah sejak Agustus.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 3,77 dolar AS atau 5,4 persen lebih rendah, menjadi 66,18 dolar AS per barel.

Baca Juga: Varian Omicron Marak, Indonesia Perlu Belajar Mitigasi dari 7 Negara

Sebelumnya, minyak WTI sempat turun ke terendah sesi di 64,43 dolar AS per barel, juga terendah sejak Agustus.

Bulan ini, harga minyak turun paling tajam sejak Maret 2020, awal dari lockdown yang meluas karena pandemi.

Brent anjlok bulan ini sebesar 16,4 persen, sementara WTI terjun 20,8 persen.

Kepala pembuat obat Moderna Inc mengatakan kepada Financial Times bahwa vaksin Covid-19 tidak mungkin efektif melawan varian virus Corona, Omicron seperti halnya terhadap varian Delta.

Baca Juga: Harga Emas Menurun Cepat Usai Investor Terpaku pada Pernytaan Ketua Fed

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X