Bappenas-ERIA Susun Strategi Pengembangan Industri Manufaktur Indonesia

- Sabtu, 27 November 2021 | 13:27 WIB
Bappenas bekerja sama dengan ERIA merampungkan 'Kajian Sektor Manufaktur Indonesia 2021'. (suaramerdeka.com / dok Bappenas)
Bappenas bekerja sama dengan ERIA merampungkan 'Kajian Sektor Manufaktur Indonesia 2021'. (suaramerdeka.com / dok Bappenas)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) merampungkan “Kajian Sektor Manufaktur Indonesia 2021” yang membahas urgensi industrialisasi sebagai bagian dari redesain transformasi ekonomi Indonesia.

Kajian tersebut merekomendasikan sejumlah strategi industri, yakni peningkatan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan partisipasi dalam rantai pasok global termasuk melalui perluasan ekspor, peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur industri.

Kemudian, peningkatan pemanfaatan pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai pendorong permintaan produk industri, penyiapan calon-calon eksportir dengan meningkatkan peran mereka di pasar domestik sebagai training ground untuk keterlibatan dalam ekspor, serta kebijakan perbaikan iklim usaha.

Sejumlah opsi penguatan kebijakan industri manufaktur tersebut telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 dan akan terus dipertajam, melalui transformasi struktural di industri manufaktur.

Baca Juga: Omicron Jadi Varian Baru Covid-19, WHO: Punya Banyak Mutasi

“Strateginya, pertama, peningkatan investasi di sumber daya manusia untuk dapat mengampu teknologi maju, termasuk teknologi Industri 4.0. Kedua, pengembangan industri baru termasuk yang terkait dengan produksi alat/perangkat kesehatan atau farmasi."

"Ketiga, penguatan teknologi produk dan proses bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai industri penunjang,” tutur Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, belum lama ini

Peluncuran “Kajian Sektor Manufaktur Indonesia 2021” melibatkan Presiden ERIA Hidetoshi Nishimura, Senior Economist ERIA Dionisius A. Narjoko, Chief Economics ERIA dan Professor Faculty of Economics Keio University Fukunari Kimura.

Kemudian, Dosen dan Peneliti Universitas Padjadjaran Maman Setiawan, Guru Besar Institut Teknologi Bandung Dradjad Irianto, dan CEO Asakreativita Vivi Alatas.

Baca Juga: Italia Berpotensi Jumpa Portugal, Mancini Tak Kehilangan Optimisme

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X