Harga Minyak Anjlok 10 Dolar AS Per Barel pada Akhir Perdagangan

- Sabtu, 27 November 2021 | 09:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, siaramerdeka.com - Harga minyak mengalami penurunan satu hari terbesar sejak April 2020, setelah anjlok 10 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Anjloknya harga minyak dikarenakan varian baru virus Covid-19 menakuti investor dan menambah kekhawatiran bahwa surplus pasokan dapat membengkak pada kuartal pertama.

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah berjangka Brent tergelincir 9,50 dolar AS atau 11,6 persen, menjadi menetap di 72,72 dolar AS per barel dan mencatat penurunan mingguan lebih dari 8,0 persen.

Dalam periode yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS anjlok 10,24 dolar AS atau 13,1 persen menjadi ditutup di 68,15 dolar AS per barel dalam perdagangan volume tinggi setelah liburan Thanksgiving, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Nagita Slavina Pilih Melahirkan dengan Operasi Caesar, Ini Alasannya

Untuk minggu ini, WTI turun lebih dari 10,4 persen, di mana kedua kontrak acuan jatuh ke minggu kelima kerugian dan penurunan tertajam mereka secara absolut sejak April 2020.

Hal itu ketika WTI berubah negatif untuk pertama kalinya di tengah kelebihan pasokan yang disebabkan oleh virus corona.

Harga minyak turun bersama pasar ekuitas global di tengah kekhawatiran varian baru virus Covid-19 yang bisa meredam pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan menyebut, Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan varian baru, yang diberi nama Omicron, sebagai "perhatian".

Baca Juga: Putus Mata Rantai Pandemi SMP IT PAPB Juara Sekolah Sehat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X