Prospek Ekonomi Digital Indonesia Sangat Baik, Berpotensi Tumbuh 8 Kali Lipat Tahun 2030

- Jumat, 11 Juni 2021 | 09:48 WIB
KETERANGAN: Mendag Muhammad Lutfi memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital, Kamis (10/6/2021) sore, di Jakarta. (Humas Setkab/ Rahmat)
KETERANGAN: Mendag Muhammad Lutfi memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital, Kamis (10/6/2021) sore, di Jakarta. (Humas Setkab/ Rahmat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan berpotensi tumbuh hingga mencapai delapan kali lipat di tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (10/06/2021) sore, di Jakarta.

“Pertumbuhan ekonomi digitalnya itu sendiri akan tumbuh delapan kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun. E-commerce akan memerankan peran yang sangat besar, yaitu 34 persen atau setara dengan Rp1.900 triliun.”

“Kemudian diikuti beberapa hal yang sangat penting, yaitu B2B (business-to-business) dengan besaran 13 persen atau setara dengan Rp 763 triliun, health-tech akan berfungsi menjadi Rp471,6 triliun atau 8 persen dari pertumbuhan,” ujarnya.

Baca Juga: Saksi Tegaskan Tidak Ada Permintaan Fee dari Juliari

Terkait Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, Mendag menambahkan, akan tumbuh dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun pada tahun 2030.

“Indonesia akan mempunyai GDP besar lebih dari 55 persen daripada GDP digital ASEAN, jumlahnya kira-kira Rp 323 triliun dan akan tumbuh menjadi Rp 417 triliun pada tahun 2030,” imbuhnya.

Mendag mengungkapkan, masih terdapat banyak potensi yang terbuka untuk ekonomi digital.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Memperpanjang Kenaikan Selama 2 Hari Beruntun

Dicontohkannya, meskipun ekonomi digital Indonesia berkontribusi sebanyak 4 persen terhadap PDB nasional tahun 2020, namun sektor industri makanan-minuman dengan nilai Rp 3.669 triliun baru bisa terlayani oleh e-commerce dengan nilai Rp18 triliun.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calon Barista Muda Antusias Belajar Bisnis Kopi

Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:48 WIB

Transaksi ETF April 2021 Capai 197 Persen

Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:12 WIB
X