Harga Minyak Berakhir Lebih Rendah, Investor Pertanyakan Pelepasan dari Cadangan Strategis

- Kamis, 25 November 2021 | 08:48 WIB
Kilang Minyak lepas pantai. (suaramerdeka.com / dok)
Kilang Minyak lepas pantai. (suaramerdeka.com / dok)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Usai investor mempertanyakan efektivitas pelepasan minyak dari cadangan strategis, harga minyak sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Pertanyaan investor soal pelepasan cadangan minyak sekaligus mengalihkan fokus mereka ke bagaimana para produsen akan merespons.

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah berjangka Brent turun tipis 6 sen atau 0,07 persen, menjadi menetap di 82,25 dolar AS per barel.

Sementara, dalam periode yang sama, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terkikis 11 sen atau 0,14 persen, menjadi berakhir di 78,39 dolar AS per barel.

Baca Juga: Aksi Kreatif Anak Muda Magelang Kelola Lingkungan, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Sebelumnya, Amerika Serikat bakal melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan strategis berkoordinasi dengan China, India, Korea Selatan, Jepang dan Inggris untuk mencoba mendinginkan harga setelah OPEC+ mengabaikan seruan untuk memompa lebih banyak pasokan minyak.

Menteri Industri Jepang, Koichi Hagiuda menyebut, negaranya akan melepaskan 'beberapa ratus ribu kiloliter' minyak dari cadangan nasionalnya, tetapi waktunya belum diputuskan.

"Beberapa negara belum mengambil posisi membantu dalam hal harga minyak dan gas," kata kepala Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada Rabu (24/11/2021), sekaligus tidak cukup pasokan mencapai konsumen.

Para analis mengatakan dampak terhadap harga kemungkinan akan berumur pendek setelah bertahun-tahun penurunan investasi dan pemulihan global yang kuat dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Harga Emas Sedikit Lebih Tinggi Meski Dolar Terangkat Data Ekonomi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X