Harga Emas Sedikit Lebih Tinggi Meski Dolar Terangkat Data Ekonomi

- Kamis, 25 November 2021 | 07:45 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Meskipun sejumlah data ekonomi AS yang kuat mengangkat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, harga emas berjangka sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 50 sen AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 1.784,30 dolar AS per ounce

Kontrak emas ini menandai penyelesaian terendah sejak 3 November pada Selasa 23 November 2021 dan mencatat penurunan selama empat sesi berturut-turut.

Sebaliknya, di pasar spot harga emas jatuh 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 1.783,18 dolar AS per ounce pada pukul 19.23 GMT, setelah jatuh ke level terendah sejak 4 November di 1.777,80 di awal sesi.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Jenis Jamur yang Beracun Sehingga Tidak Bisa Dikonsumsi

Harga emas jatuh di bawah level psikologis 1.800 dolar AS awal pekan ini karena pencalonan ulang Ketua Fed Jerome Powell mendukung spekulasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat, mendorong dolar dan pada gilirannya membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

"Pasar emas sedang tertekan oleh kekhawatiran The Fed mungkin mulai meningkatkan tapering atau membawa kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Selain itu, kegelisahan seputar kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan dari Federal Reserve menambah suasana suram.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Lisa Blackpink Positif Terpapar Covid-19 Varian Baru, 3 Member Lain Jalani PCR

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X