APTI Jawa Tengah dan NTB Sepakat Tolak Kenaikan Cukai Rokok, Ini Alasannya

- Rabu, 24 November 2021 | 11:48 WIB
Cukai rokok rencana dinaikan oleh pemerintah pada 2020, tiga akademisi isyaratkan penundaan. (Istimewa)
Cukai rokok rencana dinaikan oleh pemerintah pada 2020, tiga akademisi isyaratkan penundaan. (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengurus APTI Se Jawa dan NTB sepakat menolak rencana pemerintah yang akan kembali menaikan cukai rokok.

Sebab bila cukai rokok kembali naik, itu berdampak pada pengurangan jumlah produksi rokok dan pengurangan pembelian tembakau hasil pertanian tembakau masyarakat.

Kenaikan cukai rokok juga berakibat jatuhnya harga tembakau di kalangan para petani.

Padahal sudah dua tahun berturut turut petani tembakau di beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Jawa Timur sedang mengalami kesulitan.

Baca Juga: Kurangi Kecelakaan Lalu Lintas, Peneliti UGM: Lengkapi Fasilitas Jalan, Perbaiki Perilaku Pengendara

Baik karena faktor cuaca maupun karena resesni ekonomi yang disebabkan oleh adanya pandemi Covid 19.

“Bila pemerintah kembali menaikan cukai rokok, maka yang paling dirugikan dari kebijakan menaikan kembali cukai rokok adalah petani tembakau. Petani tembakau akan semakin dirugikan apabila pemerintah melakukan simplifikasi kenaikan cukai."

"Beban petani tembakau akan semakin berat. Karena itu kami menolak kenaikan cukai rokok dan juga penerapan simplifikasi penarikan cukai rokok,:” tegas Pengurus APTI Jawa Tengah Yudha Sudarmaji.

Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia 2022: Jembatan Harapan Negara-negara Berkembang

Hal yang sama ditegaskan Ketua APTI Jogjakarta, Martono dan Pengurus APTI Klaten Jawa Tengah Triyono.

Menurut Martono, sekiranya Pemerintah dengan sangat terpaksa karena kesulitan dana untuk membiayai pembangunan dan pemerintahan harus menaikan kembali cukai rokok, maka kenaikan cukai rokok tidak lebih dari satu digit.

Selain itu, kenaikannya sama terhadap semua jenis rokok. Baik rokok sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X