Amerika Serikat Lepas Cadangan, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi di Akhir Perdagangan

- Rabu, 24 November 2021 | 08:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Harga minyak berhasil naik menuju ke level tertinggi satu minggu pada akhir perdagangan Selasa.

Kenaikan harga minyak tak lepas dari langkah Amerika Serikat dan negara-negara konsumen lainnya untuk melepas puluhan juta barel minyak dari cadangan, sebagai upaya mendinginkan pasar usai gagal memenuhi beberapa harapan.

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah berjangka Brent melonjak 2,61 dolar AS atau 3,3 persen, menjadi menetap di 82,31 dolar AS per barel.

Dalam periode yang sama, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari naik 1,75 dolar AS atau 2,3 persen, menjadi ditutup di 78,50 dolar AS per barel.

Baca Juga: Emas Bertengger di Bawah Level Psikologis, Jatuh di Akhir Perdagangan

Nilai tersebut menjadi, persentase kenaikan harian terbesar untuk Brent sejak Agustus dan penutupan tertinggi sejak 16 November, sekaligus mendorong premi Brent atas WTI ke level tertinggi sejak pertengahan Oktober.

Selasa lalu, Amerika Serikat akan melepas jutaan barel minyak dari cadangan strategis berkoordinasi dengan China, India, Korea Selatan, Jepang dan Inggris.

Upaya pelepasan cadangan, sebagai upaya, untuk mencoba mendinginkan harga setelah produsen OPEC+ berulang kali mengabaikan seruan untuk lebih banyak memasok minyak mentah.

Namun, para analis mengatakan efek pada harga kemungkinan akan berumur pendek setelah bertahun-tahun penurunan investasi dan pemulihan global yang kuat dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Hijabers Wajib Tahu, Berikut Enam Jenis Topi yang Cocok Dipadukan dengan Hijab

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X