Emas Bertengger di Bawah Level Psikologis, Jatuh di Akhir Perdagangan

- Rabu, 24 November 2021 | 07:45 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Emas bertengger di bawah level psikologis 1.800 dolar setelah jatuh ke level terendah hampir tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)

Jatuhnya emas seiring pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat, sekaligus memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Untukk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, anjlok 22,5 dolar AS atau 1,25 persen, menjadi ditutup pada 1.783,80 dolar AS per ounce, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut.

Di pasar spot, emas menurun 0,9 persen menjadi 1.788,51 dolar AS per ounce pada pukul 19.13 GMT.

Baca Juga: Jamban Sehat Ber-SNI Dipromosikan Wirausaha Sanitasi di Kadipiro

Awal pekan ini, emas berjangka terperosok 45,3 dolar AS atau 2,45 persen menjadi 1.806,30 dolar AS, setelah terpangkas 9,8 dolar AS atau 0,53 persen menjadi 1.851,60 dolar AS pada akhir pekan lalu.

Selain itu, emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya setelah indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya relatif stabil setelah mencapai level tertinggi dalam 16 bulan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

"Emas telah mengalami aksi jual panik selama 48 jam terakhir dan saya akan menyalahkan sebagian besar dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun. Karena kurva imbal hasil semakin curam, emas berjangka tidak merespons dengan baik," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Investor bertaruh Powell akan meningkatkan kecepatan di mana bank sentral menormalkan kebijakan moneter untuk mengatasi lonjakan harga-harga konsumen dengan lebih baik.

Baca Juga: Pasar Johar Kini Lebih Nyaman dan Enak, Pengunjung Berharap Dipertahankan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X